
Kodim 0424/Tanggamus mengikuti kegiatan Muhasabah dan Istighosah Kubro Secara Virtual Dalam Rangka Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 2023 bertempat di Mushola Ar-Ribath Makodim 0424/Tanggamus, Minggu (19-02-2023).
Hadir dalam kegiatan tersebut antaralain Dandim 0424/Tanggamus (Letkol Inf Vicky Heru Harsanto, S.I.P.,M.Si.), Wakil Bupati Tanggamus (Hi. A.M. Syafi’i, S.Ag.), Ketua DPRD Kab. Tanggamus diwakili Wakil ketua I (Irwandi Suralaga, S.Ag.), Kapolres Tanggamus diwakili Wakapolres (Kompol M. Ali Muhaidori, S.I.K.), Ketua PA Kab. Tanggamus (Ibrahim Lubis, S.HI.,M.H), Kajari Kab. Tanggamus diwakili Kasi Pengelolaan Barang Bukti (Desmi Yulian, S.H.), Kakan Kemenag Kab. Tanggamus (Dr.H. M. Aris Rayusman, M.Pd.I.), Ketua MUI Kab. Tanggamus (KH. A. Wahid Zamas), Tokoh Agama (Ust. Amrillah dan Ust. Suryo), Para Danramil dan Perwira Staf jajaran Kodim 0424/Tanggamus serta Personil Kodim 0424/Tanggamus.
Kegiatan Dzikir dan Doa Istighosah Kubro Dalam Rangka Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 2023 dilaksanakan untuk memohon keselamatan bangsa, diselenggarakan secara terpusat dari Masjid Agung Kab. Cianjur Provinsi Jawa Barat yang dihadiri oleh Wakil Presiden RI (Prof. Dr. H.C. KH. Ma’ruf Amin), Kepala Staf TNI AD (Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, S.E.,M.M.), Wakil Gubernur Jawa Barat (Uu Ruzhanul Ulum), Ketua Umum MUI (KH. M. Cholil Nafis, Lc.,Ma.,Ph.D.), Sekjen MUI (Dr. H. Amirsyah Tambunan, M.A.), Para Dewan dan Pengurus MUI Pusat serta Unsur Forkopimda Provinsi Jawa Barat dan Forkopimda Kab. Cianjur.
Kepala Staf TNI AD (Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, S.E.,M.M.), dalam sambutannya menyampaikan Ucapan terima kasih kepada dan penghargaan kepada dewan pimpinan MUI atas undangan dan terselenggaranya kegiatan Istighosah ini.
Isro Mi’raj merupakan Perjalanan spiritual yang luar biasa , yaitu pertemuan Nabi Muhammad SAW dengan Allah SWT untuk mendapatkan perintah tentang sholat.
Bagi prajurit TNI AD peristiwa Isra Mi’raj memberikan pelajaran dan keteladanan tetang ketaatan terhadap perintah, dan keteladanan tentang kepedulian pemimpin terhadap anak buahnya, di satu sisi rasul menaati perintah Allah SWT, disisi lain Nabi memikirkan batas kemampuan umatnya.
Harapannya melalui Peringatan Isra Mi’raj yang diisi dengan kegiatan Istighosah Kubro ini dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, dan dapat diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kegiatan Istighasah Kubro menjadi satu sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan memperbanyak zikir dan doa, dengan harapan dapat memberi ketenangan batin dan semakin ikhlas dan sabar dalam menghadapi musibah dan bencana sebagai ujian dari Allah SWT, serta mampu kembali bangkit untuk menjadi yang lebih baik lagi.
Ditengah dinamika kehidupan yang kompleks diperlukan Koordinasi dan kerjasama serta toleransi beragama diperlukan sinergitas TNI, ulama serta komponen bangsa lain dengan mengedepankan persaudaraan Persatuan dan kesatuan bangsa.
TNI AD harus berada ditengah tengah masyarakat apapun bentuk kesulitannya dan selalu menjadi solusi karena rakyat adalah ibu kandung TNI AD, mari saling bahu membahu tolong menolong serta memberikan support dalam menghadapi berbagai persoalan dan musibah yang melanda negeri ini.
Dengan semangat beribadah pada hari ini kita juga memohon dengan sungguh-sungguh berserah diri kepada Allah SWT, berdoa bersama-sama agar memberikan keberkahan memohon ridho kepada seluruh rakyat Indonesia agar terhindar dari segala macam bencana dan menjadi negara kita menjadi yang selalu diridhoi Allah SWT.
Wakil Presiden RI (Prof. Dr. H.C. KH. Ma’ruf Amin), dalam sambutannya menyampaikan Sebagai pembuka, Santri mempunyai komitmen keagamaan dan kebangsaan, dulu santri berjuang membela negara, seperti halnya saat ini, Majelis Ulama Indonesia bekerja melayani umat dan bekerjasama dengan pemerintah dalam rangka membawa kemaslahatan bangsa.
Istighosah memiliki arti meminta pertolongan kepada Allah SWT, karena tiada kuasa bagi hamba selain kuasa Allah SWT, Karena semua yang terjadi adalah atas kehendak allah, jadi jangan merasa kita mampu karena manusia adalah makhluk yang lemah apabila tidak ada pertolongan dari Allah SWT.
Pemerintah selalu melakukan upaya untuk membangun kemaslahatan akan tetapi tantangannya juga banyak, Hendaknya kita terus tawakal, tawakal bukan berarti diam tetapi dalam menghadapi hal yang berbahaya harus melakukan persiapan, seperti halnya kegiatan ini, kegiatan Istighosah yang kita laksanakan untuk meminta pertolongan kepada Allah SWT untuk menghindarkan negara kita dari segala macam bahaya dan bencana.