Serda Saifudin Mewakili Danramil 424-10/Pardasuka Hadiri Kegiatan Peresmian Tugu Penganting Saibatin Di Wilayah Kecamatan Bulok

Serda Saifudin Mewakili Danramil 424-10/Pardasuka menghadiri kegiatan Peresmian Tugu Penganting Saibatin yang diresmikan oleh Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, SE.,MM bertempat di Pertigaan Pasar Bulok Pekon Sukamara Kec. Bulok Kab. Tanggamus, Minggu (12-02-2023).

 

Hadir Dalam Kegiatan tersebut antaralain Bupati Tanggamus ( Hj. Dewi Handajani, SE.,MM ), Staf Ahli Bupati Bid. Ekbang ( Muhaimin Sastranegara, S.Sos ), Danramil 424-10/PDS diwakili oleh Babinsa Pekon Sukamara ( Serda Saifudin ), Kapospol Bulok di wakili oleh Babinkamtibmas Pekon Sukamara ( Bripka Taufik ), Anggota Dewan Dari Fraksi PKB ( Edi Yalismi, SE.,MM ), Camat Bulok ( Yulinarti, SE ), Pangeran Pekon Sukamara ( Nuril Huda, SE/Adok Pangeran Sunan Jati Makhga ), Seluruh Kepala Pekon Se- Kec. Bulok, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat Pekon Sukamara

Dalam Sambutannya Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, SE.,MM menyampaikan, Marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan Rahmat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat wal’afiat guna mengikuti acara peresmian tugu pengantin saibatin kecamatan Bulok.

Saya menyambut baik dan apresiasi yang tinggi kepada Lembaga Pemeliharaan Dan Pengembangan Tugu Pengantin Saibatin ( LP2TPS ) Kecamatan Bulok yang menjadi pemrakarsa dan telah membangun tugu saibatin ini dimana tugu ini adalah icon Kecamatan Bulok yang diletakan di Pekon Sukamara tepatnya di simpang tiga pasar bulok.

Pembangunan tugu pengantin berbasis pada budaya dan kearifan lokal sebab simbol budaya harus ada agar budaya lokal tidak hilang tergerus modernisasi namun kita juga akan berusaha agar pembangunan fisik di imbangi pembangunan non fisik.

Maksud dibangunnya tugu pengantin saibatin ini yaitu agar kita dapat melihat langsung gambaran mengenai perbedaan pengantin saibatin dan pepadun dimana warga Tanggamus mayoritas memiliki adat saibatin perbedaan kontras adalah terletak di mahkota kalau pepadun memiliki lekukan sembilan karna diambil dari jumlah marga sembilan  kalau saibatin mempunyai lekukan berjumlah tujuh karna berkaitan dengan tujuh adok atau gelar masyarakat pesisir lampung.

Selain perbedaan di siger dalam hal pakaian juga memiliki perbedaan jika saibatin berwarna putih kalau raja berwarna kuning sedangkan payung yang menyertai patung bernama payung agung payung agung adalah tanda kebesaran adat saibatin terbuat dari bahan kain putih untuk payung dan bergagang kayu bulat berhias tahta.

Melestarikan budaya bertujuan supaya budaya asli tidak tergeser dengan budaya negara lain dan kelak anak cucu bangsa ini tetap menikmati hasil cipta dan karsa pendahulunya dan sebagai bagian dari generasi penerus kita harus ikut melestarikan budaya negeri kita.

Demikian yang dapat saya sampaikan semoga kita dapat menghadirkan kembali simbol kebesaran dan keberadaan masyarakat Tanggamus mengkokohkan eksistensi adat istiadat dan budaya tanah leluhur yang terbangun hingga saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *