Permudah Mobilitas Warga, Jembatan Garuda Tuai Apresiasi untuk Presiden Prabowo dan TNI

Warga bersama TNI bergotong royong membangun Jembatan Garuda dengan lebar 1,20 meter dan panjang 30 meter di Pekon Menggala, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus, Senin (4/5/2026).

Tanggamus, – Warga masyarakat Pekon Menggala, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus mengucapkan terima kasih kepada atas pembangunan Jembatan Perintis Garuda III dan IV oleh TNI AD. Pasalnya, pembangunan jembatan tersebut dinilai sangat membantu aktivitas masyarakat, terutama sebagai akses penghubung antarwilayah.

Jembatan Garuda di Pekon Menggala dibangun sepanjang 30 meter dengan lebar sekitar 1,2 meter ini menjadi penghubung antara Pekon Menggala dengan Pedukuhan Pahabuang, Pekon Suka Banjar. Namun tidak hanya warga Menggala, masyarakat dari pekon lain juga akan merasakan manfaatnya, terutama para petani yang membawa hasil kebun seperti kakao, manggis, dan durian.

Nurzan, salah satu warga Pekon Menggala, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan TNI AD atas program pembangunan tersebut.

Ia mengatakan, jembatan ini sangat membantu memperlancar aktivitas pertanian sekaligus memberikan rasa aman bagi anak-anak sekolah saat musim penghujan.

“Terima kasih kami ucapkan khususnya kepada Bapak Presiden Prabowo dan TNI AD atas pembangunan jembatan Garuda ini. Anak-anak sekarang tidak perlu khawatir lagi saat sungai banjir,” ujar Nurzan kepada Media Prioritastv.com, Senin 4 Mei 2026.

Hal senada juga disampaikan Kepala Pekon Menggala, Matyani. Ia mengungkapkan masyarakat sangat antusias menyambut kehadiran TNI dalam pembangunan jembatan tersebut, yang dikerjakan secara gotong royong bersama warga.

“Atas nama masyarakat Pekon Menggala, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan TNI AD atas dibangunnya jembatan ini,” kata Matyani.

Ia juga menambahkan, dalam proses pembangunan, warga turut berpartisipasi dengan sistem swadaya, melibatkan sekitar 15 hingga 20 orang setiap harinya secara bergiliran.

Menurutnya, manfaat jembatan ini sangat besar, terutama sebagai akses utama dari pedukuhan menuju pekon induk hingga pusat kota. Selain itu, jembatan ini juga menjadi solusi bagi para pelajar agar tetap bisa bersekolah dengan aman meski kondisi sungai meluap saat musim hujan.

“Kalau jembatan ini sudah selesai, anak-anak sekolah tidak perlu khawatir lagi. Mereka tetap bisa berangkat dan pulang sekolah dengan aman,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *